Dalam rangka melestarikan budaya daerah sekaligus memberikan pembelajaran serta penilaian, guru mata pelajaran Seni Budaya, Bahasa Jawa, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Indonesia selenggarakan Ujian Praktik Kolaborasi yang diberi tajuk “Smais Mantu”.
Ujian Praktik “Smais Mantu” diselenggarakan pada Senin (2/2/2026) di Aula Lantai 2 SMA Islam YMI Wonopringgo. Ujian ini diikuti oleh seluruh murid kelas XII A, B, dan C.
Dalam ujian ini murid-murid mempraktikkan rangkaian acara akad nikah dan resepsi pernikahan dengan adat Jawa. Setiap murid memiliki perannya masing-masing. Ada yang jadi pengantin pria dan wanita, penghulu, pranatacara, cucuk lampah, dukun manten, orang tua kedua mempelai, sampai pondok kudapan dan hiburan pun ada.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul 8 hingga 1 siang. Tiap kelas menampilkan kebolehannya dalam melangsungkan akad nikah dan resepsi adat Jawa. Tak lupa adik-adik kelas menjadi tamu mereka. Mereka begitu antusias bahkan sampai histeris ketika menyaksikan proses akad nikah yang dipraktikkan begitu serius, lengkap dengan riasan dan kostum pengantin dan dekorasinya. Semua itu diupayakan oleh para murid kelas XII sendiri, bahkan riasan pun dilakukan sendiri berkat pengalaman belajar vokasi tata rias.

Salah satu penguji praktik, Ibu Indah Silviana Maulidah, menyampaikan bahwa ujian praktik ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pengalaman secara nyata melalui belajar sambil melakukan (learning by doing) tentang tata cara akad nikah secara syariat Islam dan prosesi adat pengantin Jawa. Apalagi akhir-akhir ini prosesi adat pengantin Jawa sudah makin banyak ditinggalkan sehingga banyak generasi muda yang tidak mengetahuinya.
(Admin Humas)